Pacaran VS Nikah

Image result for no pacaran

Mereka yang pacaran, mendatangi anak orang hanya modal orang tua, tampang kaya, tapi cuma titipan.

Anaknya diajak jalan kemana pun, modal secukupnya, tapi untung harus gede sebesar-besarnya, begitulah pacaran.

Yang belum halal, sama orang tua diminta jagain anaknya, khawatir kenapa-napa. Padahal yang diminta tolong, bisa buat kenapa-napa.

Ketika anaknya hamil, ortu tak lagi nanya kerja dimana, yang diungkapkan kamu kudu bertanggung jawab atas kehamilan sang anak.

Sementara pria baik-baik datang untuk menghalalkan, ditanya macam-macam, interograsinya lebih dahsyat daripada interogasi koruptor kelas kakap.

Datang baik-baik, belum tentu disambut baik. Ditanya udah punya modal apa? sang pelamar diam membisu. Yang dia bawa cuma kesungguhan untuk membersamai dalam taat.

Saat ia datang untuk melamar, orang tua bertanya macam-macam, bukan dalam perkara ketaatan, tapi dalam perkara harta tahta yang sementara ini.

Sementara mereka yang berusaha menjadi pacar, nggak ditanya macam-macam, yang ada di manja, alhasil, ketika pacarnya berbuat nista, bokap nyokap minta nggak macam-macam, cuma segera nikahi sang anak.

Ngenes ingin taqwa, gembira ingin maksiat. Zaman sekarang ketaqwaan nomor sekian, yang penting gaya hidup dan kemaksiatan yang wajar dianggap nomor wahid.

 

Sumber Gambar : weheartit.com

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s